IV. Hari Yang Membosankan
Hari ini sudah menginjak hari ke 3 aku berada di Jakarta, dan malam ini adalah malam ke 4 yang aku lewati di kamar kos yang membosankan. Malam ini tidak ada hal yang menarik, sama seperti halnya hari yang aku lewati selalu penuh dengan kejenuhan. Aku bosan dengan suasana malam yang begitu kaku seperti ini, aku rindu suasana malam yang penuh dengan keindahan karena kehadiran bintang-bintang yang begitu cantik dan seolah melambaikan tangan dengan penuh senyuman kepadaku. Aku rindu sentuhan angin malam yang seolah membelai rambutku dengan penuh kelembutan.
Aku melewati hari ini dengan perasaan gelisah dan rasa rindu yang semakin besar. Bahkan aku tidak bisa melakukan kegiatanku dengan baik karena rasa rinduku ini, aku sangat merindukan rumah.
Entah kenapa aku merasa waktu berputar sangat lambat, hari-hari yang aku lewati seakan enggan untuk mengganti harinya dengan hari esok. Baru 3 hari aku berada di Jakarta tapi aku sudah merasa sudah 1 bulan aku di Jakarta, waktu sungguh berputar sangat lambat. Aku merasa waktu tertawa dengan kegelisahan yang aku rasakan sampai sekarang sehingga waktu sengaja memperlambat langkahnya.
Aku bingung apa yang harus aku lakukan malam ini, aku ingin tidur tapi mataku tidak sependapat dengan pikiranku. Semua yang aku lakukan tidak bisa menghilangkan rasa bosan yang aku rasakan saat ini. Sepertinya malam ini aku akan tidur pagi lagi seperti malam-malam sebelumnya, aku ingin menyelesaikan tugasku. Aku duduk didepan computer dan mulai melanjutkan tugasku, aku cukup merasa lega karena aku masih mempunyai sahabat (computer) yang setia menemani aku melewati hari-hari yang membosankan ini. Aku mulai memainkan jariku dengan huruf-huruf yang seolah menari dan menghiburku.
Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 2 pagi dan mataku pun sudah mulai merasa lelah dan meminta waktu kepadaku untuk istirahat sejenak. Aku menghentikan jariku dan memutuskan unuk segera tidur agar besok pagi aku bisa bangun pagi karena rencananya sebelum ke kampus aku ingin menjenguk kakakku yang sedang sakit. Lagipula kepalaku juga sudah mulai pusing karena terlalu lama begadang. Aku harap malam ini aku akan ditemani mimpi indah.
Tanpa terasa pagi telah datang dan membangunkan aku dari mimpiku, mentari telah memperlihatkan keangkuhan sinarnya dan menuntut semua insan untuk segera bangun dari mimpinya dan melanjutkan kembali kegiatan. Aku berharap hari ini akan lebih baik dari hari kemarin tentunya dan semoga hari ini tidak begitu membosankan seperti hari-hari sebelumnya.
Aku beranjak dari empat tidurku dan segera mandi walaupun sebenarnya mataku masih terasa berat. Semalam aku tidur terlalu larut karena mataku tidak ingin tertutup, seperti malam-malam sebelumnya semalam aku susah tidur lagi.
Aku telah siap untuk menjenguk kakakku yang sedang sakit seperti rencanaku semalam, sebelum berangkat ke kampus aku ingin menjenguk kakakku terlebih dahulu.
Aku sampai di kamar kos dan aku langsung membaringkan tubuhku di atas tempat tidur untuk menghilangkan rasa lelahku setelah seharian melakukan kegiatanku. Sungguh sangat melelahkan dan seperti biasa hari ini tetap teras membosankan dan tak berwarna sama sekali. Tapi ada satu hal yang cukup membuat hariku berwarna karena hari ini aku bisa menjenguk kakakku yang lagi sakit, aku sedih karena dengan keadaan kakakku sekarang dan aku hanya bisa berdo’a agar kakakku segera sembuh dari sakitnya sehingga dia bisa melakukan semua kegiatan seperti biasa.
Aku melewati hari ini dengan perasaan gelisah dan rasa rindu yang semakin besar. Bahkan aku tidak bisa melakukan kegiatanku dengan baik karena rasa rinduku ini, aku sangat merindukan rumah.
Entah kenapa aku merasa waktu berputar sangat lambat, hari-hari yang aku lewati seakan enggan untuk mengganti harinya dengan hari esok. Baru 3 hari aku berada di Jakarta tapi aku sudah merasa sudah 1 bulan aku di Jakarta, waktu sungguh berputar sangat lambat. Aku merasa waktu tertawa dengan kegelisahan yang aku rasakan sampai sekarang sehingga waktu sengaja memperlambat langkahnya.
Aku bingung apa yang harus aku lakukan malam ini, aku ingin tidur tapi mataku tidak sependapat dengan pikiranku. Semua yang aku lakukan tidak bisa menghilangkan rasa bosan yang aku rasakan saat ini. Sepertinya malam ini aku akan tidur pagi lagi seperti malam-malam sebelumnya, aku ingin menyelesaikan tugasku. Aku duduk didepan computer dan mulai melanjutkan tugasku, aku cukup merasa lega karena aku masih mempunyai sahabat (computer) yang setia menemani aku melewati hari-hari yang membosankan ini. Aku mulai memainkan jariku dengan huruf-huruf yang seolah menari dan menghiburku.
Tanpa terasa waktu menunjukkan pukul 2 pagi dan mataku pun sudah mulai merasa lelah dan meminta waktu kepadaku untuk istirahat sejenak. Aku menghentikan jariku dan memutuskan unuk segera tidur agar besok pagi aku bisa bangun pagi karena rencananya sebelum ke kampus aku ingin menjenguk kakakku yang sedang sakit. Lagipula kepalaku juga sudah mulai pusing karena terlalu lama begadang. Aku harap malam ini aku akan ditemani mimpi indah.
Tanpa terasa pagi telah datang dan membangunkan aku dari mimpiku, mentari telah memperlihatkan keangkuhan sinarnya dan menuntut semua insan untuk segera bangun dari mimpinya dan melanjutkan kembali kegiatan. Aku berharap hari ini akan lebih baik dari hari kemarin tentunya dan semoga hari ini tidak begitu membosankan seperti hari-hari sebelumnya.
Aku beranjak dari empat tidurku dan segera mandi walaupun sebenarnya mataku masih terasa berat. Semalam aku tidur terlalu larut karena mataku tidak ingin tertutup, seperti malam-malam sebelumnya semalam aku susah tidur lagi.
Aku telah siap untuk menjenguk kakakku yang sedang sakit seperti rencanaku semalam, sebelum berangkat ke kampus aku ingin menjenguk kakakku terlebih dahulu.
. . .
Aku sampai di kamar kos dan aku langsung membaringkan tubuhku di atas tempat tidur untuk menghilangkan rasa lelahku setelah seharian melakukan kegiatanku. Sungguh sangat melelahkan dan seperti biasa hari ini tetap teras membosankan dan tak berwarna sama sekali. Tapi ada satu hal yang cukup membuat hariku berwarna karena hari ini aku bisa menjenguk kakakku yang lagi sakit, aku sedih karena dengan keadaan kakakku sekarang dan aku hanya bisa berdo’a agar kakakku segera sembuh dari sakitnya sehingga dia bisa melakukan semua kegiatan seperti biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar